Sponsors Link

Perbedaan Verb Phrase dengan Phrasal Verb

Sponsors Link

Pernahkan kalian mendengar tentang verb phrase atau phrasal verb sebelumnya? Tanpa kita sadari, kedua bentuk verb ini sebenarnya sering sekali kita dengar dalam english conversation sehari-hari loh. Nah, oleh karena pentingnya kalian tahu tentang penggunaan kedua bentuk verb ini, di sini penulis akan sedikit membahas mengenai perbedaan antara verb phrase dengan phrasal verb. Simak dengan baik ya!

Apa itu Verb Phrase?

Verb Phrase adalah sebuah kata kerja yang terdiri dari sebuah kata kerja dan kata bantu. Dengan kata lain verb phrase memiliki ‘lebih dari satu kata‘ yang kemudian berperan sebagai verb.
Contoh:

Henry can play piano very well. (Henry bisa memainkan piano dengan sangat baik)

Dari contoh di atas bisa di perhatikan bahwa modal/auxiliary verb dapat berperan sebagai kata kerja bantu pada sebuah verb phrase. Jadi untuk membuat verb phrase kita bisa menambahkan modal/auxiliary verb sebelum main verb. Sebagai info tambahan, jumlah kata pada sebuah verb phrase bisa mencapai empat buah kata. Kok bisa? Hal itu dikarenakan modal/auxiliary verb yang ditambahkan sebelum main verb bisa terdiri dari beberapa kata.


Contoh:

I should have been staying for 3 years here. (Saya seharusnya tinggal selama 3 tahun di sini)

Keterangan:
Should have been merupakan gabungan dari modal dan auxiliary verb.

Apa bedanya dengan Phrasal Verb?

Jika verb phrase memiliki modal/auxiliary verb sebagai kata bantu, phrasal verb merupakan kombinasi antara verb dengan preposition, verb dengan adverb, atau keduanya verb dengan preposition dan adverb.
Contoh : The plants are growing up. (Tanaman itu tumbuh besar)

Keterangan:
grow di tambahkan dengan preposisi up sehingga membentuk phrasal verb grow up

Perubahan arti kata

Saat mempelajari phrasal verb terdapat suatu tantangan yang harus kita wapadai. Hal itu tidak lain adalah perubahan arti kata. Yes! sebuah verb pada phrasal verb bisa saja memiliki makna yang berbeda dari makna kata kerja utamanya.
Contoh: You can count on me. (Kamu bisa mengandalkanku)

Keterangan:
Kata kerja count pada dasarnya memiliki makna menghitung, namun jika di tambahkan preposisi on seperti pada kalimat di atas maka count on akan memiliki makna mengandalkan.

Tantangan lainnya adalah ‘tidak ada aturan baku yang menjelaskan cara membentuk sebuah phrasal verb’. Dengan kata lain semua bentuk phrasal verb sudah berada dalam kamus dari sananya. Jadi mau tidak mau kita harus rajin membuka kamus dan menghafal ya!

Berikut merupakan beberapa contoh phrasal verb:

  • Blow up -> meledak
  • Catch up -> menyusul
  • Figure out -> mengerti
  • Get back -> kembali
  • Go against -> melawan
  • Run away -> melarikan diri
  • Show off -> menyombong
  • Work out -> berolahra, berhasil

Contoh Kalimat Verb Phrase dengan Phrasal Verb

Berikut merupakan beberapa contoh kalimat verb phrase dengan phrasal verb:

Verb PhrasePhrasal Verb
Frodo is going with Sam.
(Frodo sedang pergi bersama Sam)

I can run faster than you.
(Saya bisa berlari lebih cepat darimu)

I do love you and you know that.
(Saya mencintaimu dan kamu mengetahuinya)
Smeagol go after Frodo and Sam.
(Smeagol mengejar Frodo dan Sam)

Could you turn the tv on?
(Bisakah kamu menyalakan tv?)

My teacher wants me to do my essays over.
(Guru saya ingin saya mengerjakan ulang esai saya)

Kesimpulan

Kesimpulannya, meskipun verb phrase dan phrasal verb terlihat serupa, namun ternyata terdapat perbedaan yang signifikan di antara keduanya. Verb phrase merujuk pada kata kerja yang memiliki lebih dari satu kata sedangkan phrasal verb mengacu pada kata kerja yang diikuti oleh preposisi atau kata keterangan. Ini adalah perbedaan utama antara verb phrase dengan phrasal verb.

  • Verb phrase mengandung modal (may, can, should, will, must, etc) dan auxiliary verb (are, am, is, was, were, has been, have been, etc.)
  • sedangkan phrasal verb diikuti oleh preposition dan adverb (turn down, pull over, look over, etc.)
, ,